dok. Thinkstock
Gigi yang kuning tentu bisa mempengaruhi
penampilan Anda. Bagaimana cara mempertahankan warna asli gigi agar
tidak kuning atau menggelap?
Ketika Anda balita, warna asli gigi Anda putih. Ini dikarenakan warna gigi susu memang lebih putih dari gigi permanen. Gigi permanen yang menggangtikan gigi susu akan berwarna sedikit kekuningan. Seiring berjalannya waktu, Anda mulai mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang at mempengaruhi warna pada gigi. Menurut seorang dokter kecantikan di New York, Amerika Serikat, Nancy Rosen ada tiga hal yang dapat Anda lakukan untuk mempertahankan warna atau membuat gigi tampak lebih bersih, dilansir dari Beauty High. Makan Sayuran yang Renyah Sayuran yang renyah seperti seledri dan wortel dapat membantu Anda menjaga warna gigi tampak putih lebih lama setelah memakannya.Hal itu karena, kotoran ikut terangkat ketika gigi mengigit sayuran renyah. Hindari banyak mengkonsumsi buah-buahan yang dapat menodai gigi, misalnya blueberry dan strawberry. Jangan Langsung Sikat Gigi Setelah Makan Dr. Rosen menjelaskan, setelah makan Anda harus menunggu minimal 30 menit sebelum menggosok gigi. Langsung menyikat gigi setelah makan hanya akan membuat noda makanan akan tercampur dengan email gigi dan membuatnya terlihat kusam. Sesekali Putihkan Gigi Ada beberapa cara memutihkan gigi, salah satunya adalah cara pemutihan gigi dengan strip. Metode ini hanya memerlukan waktu 30 menit untuk mendapatkan gigi yang tampak lebih putih. Dr. Rosen mencatat banyak pasiennya yang mengeluh nyeri gigi setelah melakukan metode ini. Ternyata setelah pori-pori pada gigi yang terbuka selama menggunakan Whitestrips tidak menutup secara bersamaan. Jadi tahan diri untuk makan dan minum selama 10 menit setelah pemakaian. | |||||||||||||||||||||||||||||||||
Tampilkan postingan dengan label Sukses Info dan Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sukses Info dan Tips. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Desember 2012
3 Trik Mempertahankan Warna Asli Gigi Agar Tidak Kuning
Selasa, 18 Desember 2012
Agar Kamu Senang dan Bahagia

1. Jadilah Optimis
Masing masing dari kita mempunyai tingkat dasar kebahagiaan ..Tidak perduli apa yang terjadi,baik atau buruk, efek kebahagian hanya sementara, kita akan kembali lagi ke tingkat dasar , maka Jadilah Anda Orang Yang Optimis.
2.Ikuti naluri Anda.
Ikuti Naluri Anda /kata Hati Hati Ketika Anda Sedang Bimbang Atau Ambil keputusan
3.Dekat Dengan Keluarga ,Teman
Peliharalah Hubungan baik Anda dengan Keluarga, Teman Karena mereka selalu Disamping Anda ketika waktu sedih ataupun senang
4.Jagalah Hubungan Baik Diantara Teman Kerja
Jika anda memiliki pandangan yang positif,akan membuat anda bekerja dengan nyaman ,dan jika anda memmilik hubungan baik sesama teman kerja maka akan memberikan rasa makna yang besar.
5.Selalu Tersenyum
Senyum adalah suasana hati anda ketika sedang bahagia, lepaskan pikiran pikiran yang menggangu otak kita
yang membebani anda
6.Selalu Memaafkan
Sifat memaafkan akan membuat jantung / napas anda menjadi Lega ,dan akan menurunkan Stress Anda
7. Mau berbagi dengan Sesama
Ini akan menimbulkan Perasaan anda Lebih Mensyukuri Keadaan anda Bahwa Ada yang lebih kekurangan dari kita
Mengapa Hari Minggu Libur?

Tiap bangsa punya tradisi libur yang berbeda. Bangsa Arab menganggap hari Jum"at adalah hari untuk Ibadah sehingga bangsa Arab libur. Lain lagi bangsa Yahudi yang menganggap hari sabtu adalah hari ibadah, sehingga mereka libur pada hari Sabtu.
Lalu bagaimana dengan hari minggu yang merupakan hari libur di Indonesia dan mayoritas negara di dunia?
Begini sejarahnya, tradisi libur di hari Minggu berasal dari tradisi Romawi Kuno di Italia. Pada saat itu orang Romawi Kuno beribadah di hari Minggu. Oleh kerena itu, orang Romawi libur di hari Minggu. Selain itu, orang Romawi selalu menandai hari libur dan hari penting lainnya dengan warna merah.
Waktu itu orang Romawi menguasai banyak Negara di Eropa. Kekuasaan Romawi sampai Belanda, Inggris, Prancis, Jerman, dan lain- lain. Tradisi libur di hari Minggu kemudian diterapkan di Negara- Negara jajahan Romawi.Termasuk Negara Belanda. Negara Belanda kemudian menjajah Indonesia selama 350 tahun. Orang- orang Belanda di Indonesia menerapkan tradisi libur di hari Minggu.
Sampai sekarang, tradisi libur di hari Minggu masih dipakai di Indonesia. Alasannya, selama 6 hari orang sudah bekerja keras dan perlu libur. Pemerintah Indonesia menetapkan hari Minggu sebagai libur Nasional. Kalender Indonesia juga mewarnai hari libur lainnya dengan warna merah. Tradisi libur di hari Minggu tetap dipakai di banyak Negara sampai sekarang. Termasuk juga menandai tanggal- tanggal penting dengan warna merah.
Perbedaan daging babi dan sapi
Ada beberapa perbedaan mendasar antara daging babi dan sapi. Dr. Ir.
Joko Hermanto, Guru besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB,
mengatakan bahwa secara kasat mata ada lima aspek yang terlihat berbeda
antara daging babi dan sapi yaitu warna, serat daging, tipe lemak, aroma
dan textur. Atas dasar itu fokus pengamatan kami diarahkan pada lima
aspek tersebut.
Terlihat daging babi memiliki warna yang lebih pucat dari daging sapi (lihat gambar 1), warna daging babi mendekati warna daging ayam. Namun perbedaan ini tak dapat dijadikan pegangan, karena warna pada daging babi oplosan biasanya dikamuflase dengan pelumuran darah sapi, walau kamuflase in dapat dihilangkan dengan perendaman dengan air. Selain itu, ada bagian tertentu dari daging babi yang warnanya mirip sekali dengan daging sapi sehingga sangat sulit membedakannya.
Perbedaan terlihat dengan jelas antara kedua daging. Pada sapi, serat-serat daging tampak padat dan garis-garis seratnya terlihat jelas. Sedangkan pada daging babi, serat-seratnya terlihat samar dan sangat renggang. Perbedaan ini semakin jelas ketika kedua daging direnggangkan bersama (lihat gambar 2).
Perbedaan terdapat pada tingkat keelastisannya. Daging babi memiliki tekstur lemak yang lebih elastis sementara lemak sapi lebih kaku dan berbentuk. Selain itu lemak pada babi sangat basah dan sulit dilepas dari dagingnya sementara lemak daging agak kering dan tampak berserat (lihat gambar 3). .
Namun kita harus hati-hati pula bahwa pada bagian tertentu seperti ginjal, penampakkan lemak babi hampir mirip dengan lemak sapi.
Daging sapi memiliki tekstur yang lebih kaku dan padat dibanding dengan daging babi yang lembek dan mudah diregangkan (lihat gambar 4). Melalui perbedaan ini sebenarnya ketika kita memegangnya pun sudah terasa perbedaan yang nyata antar keduanya karena terasa sekali daging babi sangat kenyal dan mudah di “biye” kan. Sementara daging sapi terasa solid dan keras sehingga cukup sulit untuk diregangkan
Dari segi aroma
Terdapat sedikit perbedaan antara keduanya. Daging babi memiliki aroma khas tersendiri, sementara aroma daging sapi adalah anyir seperti yang telah kita ketahui. Segi bau inilah yang -menurut pak Joko- sebenarnya senjata paling ampuh untuk membedakan antar kedua daging ini. Karena walaupun warna telah dikamuflase dan dicampur antar keduanya, namun aroma kedua daging ini tetap dapat dibedakan. Sayangnya kemampuan membedakan melalui aromanya ini membutuhkan latihan yang berulang-ulang karena memang perbedaannya tidak terlalu signifikan.
Karakteristik secara Umum
Secara umum karakteristk daging babi ternak dan babi hutan (celeng) mirip satu sama lain, sementara daging babi memiliki perbedaan yang cukup banyak dengan daging sapi. Namun ketika kedua jenis daging tersebut telah dicampurkan, apalagi setelah dikamuflase dengan darah sapi, keduanya (daging babi dan sapi) menjadi sangat sulit untuk dibedakan.
Dari segi warna

Terlihat daging babi memiliki warna yang lebih pucat dari daging sapi (lihat gambar 1), warna daging babi mendekati warna daging ayam. Namun perbedaan ini tak dapat dijadikan pegangan, karena warna pada daging babi oplosan biasanya dikamuflase dengan pelumuran darah sapi, walau kamuflase in dapat dihilangkan dengan perendaman dengan air. Selain itu, ada bagian tertentu dari daging babi yang warnanya mirip sekali dengan daging sapi sehingga sangat sulit membedakannya.
Dari segi serat daging

Perbedaan terlihat dengan jelas antara kedua daging. Pada sapi, serat-serat daging tampak padat dan garis-garis seratnya terlihat jelas. Sedangkan pada daging babi, serat-seratnya terlihat samar dan sangat renggang. Perbedaan ini semakin jelas ketika kedua daging direnggangkan bersama (lihat gambar 2).
Dari penampakkan lemak,

Perbedaan terdapat pada tingkat keelastisannya. Daging babi memiliki tekstur lemak yang lebih elastis sementara lemak sapi lebih kaku dan berbentuk. Selain itu lemak pada babi sangat basah dan sulit dilepas dari dagingnya sementara lemak daging agak kering dan tampak berserat (lihat gambar 3). .
Namun kita harus hati-hati pula bahwa pada bagian tertentu seperti ginjal, penampakkan lemak babi hampir mirip dengan lemak sapi.
Dari segi tekstur

Daging sapi memiliki tekstur yang lebih kaku dan padat dibanding dengan daging babi yang lembek dan mudah diregangkan (lihat gambar 4). Melalui perbedaan ini sebenarnya ketika kita memegangnya pun sudah terasa perbedaan yang nyata antar keduanya karena terasa sekali daging babi sangat kenyal dan mudah di “biye” kan. Sementara daging sapi terasa solid dan keras sehingga cukup sulit untuk diregangkan
Dari segi aroma
Terdapat sedikit perbedaan antara keduanya. Daging babi memiliki aroma khas tersendiri, sementara aroma daging sapi adalah anyir seperti yang telah kita ketahui. Segi bau inilah yang -menurut pak Joko- sebenarnya senjata paling ampuh untuk membedakan antar kedua daging ini. Karena walaupun warna telah dikamuflase dan dicampur antar keduanya, namun aroma kedua daging ini tetap dapat dibedakan. Sayangnya kemampuan membedakan melalui aromanya ini membutuhkan latihan yang berulang-ulang karena memang perbedaannya tidak terlalu signifikan.
Karakteristik secara Umum
Secara umum karakteristk daging babi ternak dan babi hutan (celeng) mirip satu sama lain, sementara daging babi memiliki perbedaan yang cukup banyak dengan daging sapi. Namun ketika kedua jenis daging tersebut telah dicampurkan, apalagi setelah dikamuflase dengan darah sapi, keduanya (daging babi dan sapi) menjadi sangat sulit untuk dibedakan.
Penjualan daging babi oplosan merupakan kegiatan yang ilegal,
sehingga biasanya daging ini tidak di display di meja penjualan. Daging
ini biasanya dikeluarkan ketika ada pembeli yang menanyakan, “apakah ada
daging murah pak?” sehingga kita pantas menaruh curiga bila ada penjual
yang menjual daging dengan harga “miring”. Sifat yang lain juga adalah
lokasi penjualan yang biasanya di tempat yang gelap dan cukup terpisah
dari yang lainnya supaya daging tidak menjadi pusat perhatian orang
banyak.
Langganan:
Postingan (Atom)